Lima koin kuno terbuat dari tembaga pernah ditemukan di Australia
bagian utara ini bisa jadi akan memicu penulisan ulang sejarah
Australia. Ini lantaran koin itu diperkirakan sudah ada sejak awal tahun
900-an dan diyakini berasal dari Afrika.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (20/5), sejarah
tertulis mengenai Australia hanya bisa ditemukan pada 1606, ketika
penjelajah dari Belanda mendarat di wilayah itu. Namun, para peneliti
dari Universitas Indiana, Amerika Serikat, ingin mengetahui bagaimana
koin tembaga ribuan tahun itu bisa berakhir di sisi lain Samudera Hindia
enam abad sebelum kedatangan para penjelajah itu.
Pemimpin penelitian, yang merupakan ilmuwan asal Australia, Ian
McIntosh mengatakan koin itu pertama kali ditemukan oleh seorang tentara
bernama Maurie Isenberg pada 1944.
Isenberg ditugaskan di Kepulauan Wessel, sebuah pulau tidak
berpenghuni di sebelah utara pantai Australia, saat Perang Dunia II. Dia
menemukan koin-koin itu terkubur di bawah pasir.
Pada 1979, Isenberg mengirimkan koin-koin itu ke sebuah museum
Australia dan sekarang McIntosh ingin melakukan penyelidikan bagaimana
koin itu bisa sampai di Negeri Kangguru itu. Isenberg juga menandai
lokasi penemuan koin pada peta dengan menggunakan tanda 'X'.
Di waktu yang sama, Isenberg juga menemukan empat koin yang
diperkirakan berasal dari zaman Kongsi Perdagangan Hindia-Timur (VOC),
pada 1690. Penemuan ini turut mendukung klaim bahwa penjelajah Belanda
sebetulnya telah menemukan Australia sebelum penjelajah asal Inggris,
Kapten James Cook, pada 1770.
McIntosh dan timnya akan membuat sebuah ekspedisi ke lokasi penemuan
itu pada Juli mendatang. Koin-koin tembaga itu diperkirakan berasal dari
bekas Kesultanan Kilwa, di Afrika.
Kesultanan Kilwa menggunakan koin-koin itu saat melakukan perdagangan
di pelabuhan-pelabuhan dan memiliki hubungan dengan India pada abad
ke-13 sampai ke-16. Daerah Kesultanan Kilwa kini telah hancur dan
menjadi Warisan Dunia yang terletak di sebuah pulau di Tanzania.
Koin-koin tembaga itu menjadi koin pertama yang pernah diproduksi di
kawasan sub-Sahara Afrika. Koin-koin ini juga hanya ditemukan di luar
Afrika sebanyak dua kali. Pertama koin itu ditemukan di Oman pada awal
abad ini dan kedua oleh Isenberg pada 1944.
McIntosh percaya koin-koin itu mengindikasikan bahwa ada rute
perdagangan maritim yang menghubungkan Afrika bagian timur,
negara-negara Arab, India, dan pulau-pulau penghasil rempah-rempah,
lebih dari seribu tahun lalu.
Jika teori itu terbukti benar, ini berarti sudah ada peradaban lain
yang menemukan dan melakukan hubungan dengan Australia enam abad sebelum
bangsa Eropa mendarat di benua terletak di selatan Asia itu.
Dengan begitu sejarah Australia berarti harus ditulis ulang. Teori
lain menunjukkan koin itu mungkin terdampar di Kepulauan Wessel setelah
terbawa dari sebuah kapal karam.
Ekspedisi McIntosh yang digelar pada Juli mendatang mungkin akan
membantu para ilmuwan dan arkeolog menemukan jawaban bagaimana koin-koin
itu bisa tiba di Australia. McIntosh nantinya akan kembali ke lokasi
yang ditandai dengan 'X' pada peta Isenberg, serta mencari sebuah
rahasia gua Suku Aborigin.
Gua itu dikatakan dekat dengan pantai lokasi penemuan koin dan diperkirakan penuh dengan harta karun lainnya.
0 komentar:
Post a Comment