"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Saturday, 8 June 2013

Berhenti merokok selama ini dianggap sebagai sesuatu yang sangat sulit bagi para perokok. Namun kini telah diperkenalkan Low Level Laser Therapy (LLLT), teknologi baru khusus bagi perokok yang memang ingin dibantu untuk berhenti ngebul.


"Banyak perokok yang sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti dari kebiasaan merokok, tetapi mereka tidak mengerti bagaimana cara memulai prosesnya," ujar Tatat Rahmita Utami, CEO S Clinic Indonesia, dalam acara peluncuran S Clinic, yang diadakan di The Occasion, Darmawangsa Square, Jl Darmawangsa, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Menurut Tatat, teknologi LLLT yang baru diperkenalkan di Indonesia ini bisa menjadi salah satu pilihan solusi untuk berhenti merokok. Prosedur terapi ini diungkapkan olehnya tidak menimbulkan rasa sakit dan sangat efektif.

"Terapi ini bersifat aman dan tidak memiliki efek samping, sebab prosedurnya bebas bahan kimia. Tidak ada obat-obatan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien," ujar Dr Philip Gabel, Ph.D, ahli LLLT, dalam acara yang sama.

Terapi ini bekerja dengan cara menstimulasi alami sel tubuh. Efek yang diberikan bersifat biokimia dan tidak panas, sehingga tidak akan merusak sel yang masih hidup. Laser energi rendah ini diberikan pada titik-titik energi tertentu di tangan, wajah, pergelangan tangan, dan telinga. Semua bagian ini langsung berkaitan dengan adiksi nikotin.

Setelah beberapa bagian tubuh diberi sinar laser, akan ada stimulasi di otak yang menekan keinginan untuk menghisap rokok. Bahkan jika pasien menghisap rokok, rasa yang ditimbulkan justru menjadi tidak enak.

"Prosedur LLLT ini terdiri atas 3 sesi. Rata-rata pasien mengaku berhenti merokok sepenuhnya setelah terapi sesi ke-2 dengan tidak ada keinginan lagi terhadap nikotin; terapi ke-3 merupakan tambahan yang bisa dilakukan dalam kurun waktu 10 hari setelah terapi sesi ke-2," lanjut Dr Philip.

Meskipun aman, namun jika Anda mengidap kanker, epilepsi, memakai alat bantu jantung, atau sedang dalam pengobatan rentan cahaya, sebaiknya tidak melakukan terapi laser untuk berhenti merokok ini.

"Dengan biaya sekitar Rp 750 ribu per sesi, biaya ini sepadan dengan efek positif yang didapat tubuh jika berhenti merokok," imbuh Tatat.

Teknologi LLLT memang bisa membantu seorang perokok untuk bisa berhenti merokok. Namun, yang paling utama dibutuhkan adalah niat dan keinginan yang kuat untuk bisa melepaskan efek adiksi yang diberikan oleh rokok.

0 komentar:

Post a Comment