"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Wednesday, 19 June 2013

Terlalu gaul, biksu asal Thailand ditegur
Menjadi seorang biksu memang harus siap menjalani kehidupan yang keras agar semakin merefleksikan hidup mereka serta menjalani meditasi yang sulit. Namun, semua itu seakan berubah setelah sebuah rekaman yang memperlihatkan para biksu asal Thailand, yang tengah menikmati kehidupan kelas atas, dengan memakai kacamata sambil mendengarkan headphone nirkabel mereka di sebuah pesawat jet pribadi muncul di Internet.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (17/6), alhasil para biksu itu saat ini sedang dalam penyelidikan, setelah banyak keluhan dari umat Buddha di seluruh dunia, ketika rekaman berdurasi dua menit 49 detik yang menunjukkan tingkah mereka diunggah di situs berbagi video YouTube.
Direktur Jenderal Kantor Nasional Buddhisme, Nopparat Benjawatananun, mengatakan pihaknya telah melihat video itu dan memperingatkan para biksu dari sebuah biara di sebelah timur laut Thailand ini agar tidak mengulangi perilaku bermewah-mewah mereka. Dia juga berencana untuk memantau para biksu secara nasional.
Sebagai negara dengan populasi Buddha terbesar di dunia, Thailand telah berupaya untuk menjalankan doktrin Buddha yang sudah berusia 2.600 tahun melalui berbagai cara, termasuk melarang penjualan alkohol saat hari libur keagamaan. Namun, upaya itu terkadang justru dilanggar oleh para biksu sendiri.
Tahun lalu, sekitar tiga ratus dari 61.415 biksu di Thailand mendapat teguran, dari beberapa kasus pelanggaran kerahiban sebab kesalahan mereka sendiri. Pelanggaran itu mulai dari mengkonsumsi alkohol, berhubungan seks dengan perempuan, sampai tindak pemerasan.
Kantor Nasional Buddhisme juga menerima keluhan tentang biksu yang mengendarai mobil serta kasus penipuan.
Nopparat mengatakan para biksu Buddha di video itu telah melakukan tindakan yang tidak mengamalkan dan mengikuti ajaran Buddha, yang mengutamakan kesederhanaan dan menahan diri.
Petugas keadministrasian Kuil Khantitham di Provinsi Sisaket, Monruedee Bantoengsuk, membenarkan para biksu yang terlihat di pesawat jet pribadi itu berasal dari kuil tersebut. Namun, dia menolak untuk memberikan rincian tentang perjalanan yang dilakukan para biksu ini.
"Kami bisa menjelaskan masalah ini, tapi tidak sekarang," kata Monruedee. Dia menyebut kepala biara yang juga terlihat di video itu, saat ini sedang mengadakan tur keagamaan di Prancis.
Gambaran video itu sangat kontras dengan pesan sang kepala biara kuil itu yang tertera di halaman situs mereka. Pesan itu berbunyi, 'Inti sejati orang-orang yang mengabarkan ajaran Buddha adalah untuk tidak memiliki benda-benda apapun sama sekali'.
"Ketika Sang Buddha masih hidup, tidak ada sesuatu seperti ini. Tidak ada mobil, telepon seluler pintar atau kamera, sehingga aturan-aturan jauh lebih sederhana," ujar Nopparat.
Dia mengatakan salah satu cara untuk mencegah para biksu melakukan tindakan nakal adalah agar para pengikut mereka juga tidak memanjakan para biksu ini dengan benda-benda berharga atau sifat buruk.
"Dalam banyak kasus, para pengikut memberikan para biksu barang-barang mewah. Beberapa di antaranya bahkan membelikan mereka mobil sport. Padahal hal ini tidak diperlukan," ucap dia.
Berikut video biksu Buddha yang ketahuan menaiki pesawat jet pribadi:

0 komentar:

Post a Comment