"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Sunday, 8 September 2013

Di tahun 1960 hingga 1970an sebuah pantai di barat daya Almeria, Spanyol begitu gersang. Namun sejak 1980an segalanya berubah. Daerah ini sekarang jadi penghasil sayuran yang memasok setengah dari permintaan pasar di Eropa. Berbagai jenis tomat , paprika , mentimun dan zucchinis diproduksi di sini.
Area seluas 26.000 hektar di pantai ini jadi daerah pertanian berkat rumah kaca. Jangan bayangkan rumah tempat bercocok tanam terbuat dari kaca, melainkan lahan sederhana beratap dan dinding plastik semata. Akibatnya suhu di dalam bisa mencapai 45 derajat Celcius.


Suhu yang begitu tinggi menyebabkan penduduk lokal enggan bekerja sebagai buruh tani. Alhasil, pekerja imigran gelap dari Afrika dan Eropa Timur jadi pilihan. Sayang, kondisi di sini sangat memprihatinkan. Jarang terdapat toilet di pertanian ini, buruh tani hidup dengan ekonomi sulit hanya digaji 33 hingga 36 euro per hari. Pelacuran pun meningkat.
Di sisi keuntungan dagang dan industri, rumah kaca Almeria memang menguntungkan. Selain jadi pemasok sayuran di Eropa, kemunculan rumah kaca berbahan plastik menguntungkan pabrik plastik. Kota-kota di sekitar Almeria yang menjadi produsen plastik meraup untung tanpa memperhatikan lingkungan. Limbah plastik menutupi sungai-sungai, secara tak langsung mencemari laut.




Kematian ikan paus sperma yang terdampar di pantai selatan Spanyol beberapa bulan lalu ditengarai terkait dengan rumah kaca Almeria. Pemerhati lingkungan menemukan indikator kira-kira 17 kg limbah plastik dibuang ke laut sekitar.

Uniknya, kehadiran ribuan hektar 'rumah plastik' menurunkan suhu setempat rata-rata 0,3 derajat Celsius setiap 10 tahun sejak tahun 1983. Sementara wilayah Spanyol lainnya justru meningkat.

0 komentar:

Post a Comment