"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Wednesday, 18 December 2013

Ini adalah cabang ilmu tulis-menulis tingkat tinggi. Yakni menulis sebuah buku tanpa menggunakan satu huruf alfabet di dalamnya. Contoh paling populer yakni novel  La Disparition karya Georges Perec. Bayangkan, 300 halaman di dalamnya ditulis tanpa menggunakan huruf E sama sekali - kecuali nama penulisnya.
Novel asli bahasa Prancis ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Gilbert Adair dengan judul The Void. Entah, apakah ada penerbit Indonesia yang sudah menerjemahkannya?




Novel ini bercerita tentang hilangnya seseorang bernama Anton Vowl. Ia meninggalkan jejak berupa teka-teki pada sahabat-sahabatnya cara menemukan dirinya. Pencarian itu tak mudah, ada beberapa jebakan yang bila salah tebak maka nyawa taruhannya.
Pembaca juga bisa ikut menerka-nerka apa jawaban teka-tekinya. Karena ada permainan kata yang disebut logogriph, serta misteri hilangnya bab ke-5 dalam buku. Benar-benar mengasah otak kita.

Georges Perec menjadi anggota komunitas OuLiPo, yakni sekumpulan penulis yang suka bermain dengan kata dan huruf. Suatu saat  di tahun 1969, Perec sesumbar ia bisa menulis sebuah buku tanpa menggunakan huruf E. Dan temannya pun langsung menantangnya. Begitulah awal pembuatan novel La Disparition ini.

Georges Perec


Bukan yang pertama
Ilmu menulis seperti di atas disebut Lipogram. Dan, La Disparition bukan buku pertama di dunia yang menggunakan teknik ini. Sebelumnya penulis Ernest Vincent Wright pernah menulis sebuah buku di tahun 1939 yang terdiri dari 50.000 kata tanpa huruf E.

Jauh mundur ke belakang antara abad ke-2 dan ke-4 Masehi ada karya yang lebih fenomenal. Pujangga Yunani Tryphiodorus’ Odyssey menulis buku seri yang menghilangkan huruf "Alpha" pada buku ke-1, lalu "Beta" pada buku ke-2, dan seterusnya. Seperti diketahui, Alpha, Beta hingga Omega adalah susunan abjad saat itu.





Sumber: odditycentral

0 komentar:

Post a Comment