"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Monday, 23 June 2014


Aluminium foil, siapa yang tidak mengenal benda ini. Ya, aluminium foil sering digunakan sebagai pembungkus dan pelapis berbagai makanan, baik saat mengolah maupun menyimpannya. Kamu tentu sering menjumpainya dalam berbagai makanan.

Namun ternyata aluminium foil itu tidak bisa digunakan untuk semua makanan lho. Ada beberapa jenis makanan yang tidak bisa akur dengan aluminium foil. Jenis makanan tersebut adalah makanan yang mengandung asam cukup banyak. Lho, kok bisa?

Pernahkah kamu menempatkan makanan asam di atas aluminium foil cukup lama, lalu muncul lubang-lubang kecil di kertas aluminium foil tersebut? Kenapa bisa begitu? Yang terjadi adalah sebagian kecil dari kandungan aluminium di dalam aluminium foil tersebut ikut masuk ke dalam makanan yang mengandung asam itu.



Bagaimana hal ini bisa terjadi? 

Aluminium termasuk salah satu logam aktif. Logam aktif ini jika bertemu dengan asam akan bereaksi. Hasilnya, sebagian molekul dari aluminium tersebut akan ikut terangkut ke dalam makanan tersebut.

Akibatnya, makanan akan sedikit menjadi berasa logam. Hasil dari reaksi ini juga dapat membentuk bintik-bintik putih pada makanan tersebut. Bintik-bintik tersebut sesungguhnya adalah garam hasil reaksi aluminium dengan asam tersebut.

Berbahayakah kandungan aluminium dalam makanan ini ? 

Aluminium bukanlah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita dalam jumlah yang banyak. Jika tubuh kita terlalu banyak menerima aluminium, dikhawatirkan akan berpengaruh bagi organ-organ tubuh kita.

Hmm, ngeri juga ya. Kalau begitu, mulai sekarang sebisa mungkin kurangilah menyimpan makanan yang mengandung asam seperti saus tomat, jeruk, atau cuka menggunakan aluminium foil.


Sumber : sains

0 komentar:

Post a Comment