"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Monday, 13 April 2015

Untuk menghilangkan pegal-pegal, kebanyakan orang terbiasa meregangkan dan meremas jari tangan hingga berbunyi ‘ctek-ctek’. Bukan hanya jari tangan, orang-orang juga sering meregangkan ketegangan otot dengan menggoyangkan pinggang atau mematahkan leher hingga menimbulkan bunyi 'kretek-kretek'.

Kenapa sendi bisa bunyi kretek-kretek ?
Kedua ujung tulang pada sendi yang bergerak di selimuti cairan Synovial, yaitu pelumas bening dan tebal yang bertugas melumasi sendi agar bisa bergerak bebas.

Cairan Synovialini mengandung gas Karbondioksida (CO2). Jika tidak ada cairan ini, maka sendi kita akan susah bergerak karena tak ada pelumas.

Saat kita mematahkan buku-buku jari kita, sebenarnya kita mendorong sendi keluar dari posisi normalnya dan mengembalikan lagi ke posisi awal.

Disaat sendi berubah posisi, volume ruang pada sendipun bertambah. Karena meningkatnya volume ruang inilah tekanan di dalamnya pun menurun, begitu pula tekanan cairan Synovial. Saat tekanan cairan Synovial turun, gelembung CO2 didalamnya meningkat drastis hingga pada puncaknya meletup. Inilah kenapa sendi jari kita berbunyi 'ctek'

Setelah di 'ctek-ctek' sendi memang terasa lebih luwes bergerak, itu karena organ Golgi Tendon (sekumpulan syaraf ujung yang mengatur indra gerak manusia) akan berstimulasi dan otot- otot disekitarnya mengendur, inilah alasan yang sering membuat kita ketagihan untuk melakukan aktifitas yang menimbulkan bunyi ‘ctek-ctek’ pada sandi kita.

Berbahayakah kebiasaan ‘ctek-ctek’ pada jari tangan?

Menurut Anatomy and Physology Instruttors Cooperative, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan lembut pada pembungkus cairan sendi dan menyebabkan meurunnya kekuatan genggaman. Hal ini bisa mempengaruhi aktivitas yang mengandalkan jari tangan seperti menggenggam. Mulai sekarang, ayo tinggalkan kebiasaan buruk tersebut.

0 komentar:

Post a Comment