"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Monday, 13 April 2015


Tidur siang memang sering dianggap sebagai kebiasaan baik untuk menyegarkan badan di sela kesibukan sehari-hari. Jenis istirahat tersebut memang sudah dianggap baik dan mampu memaksimalkan kembali kerja otak yang lelah. Seperti halnya yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal seperti Winston Chruchill, Albert Einstein dan Margaret Thatcher yang sudah terkenal dengan kebiasaan tidur siangnya.

Manfaat tidur siang akan terasa menyegarkan walau dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Namun jika tidur siang terlalu lama hingga sore hari yang ada malah sebaliknya, ada penyakit yang mengancam dan Anda akan merasa kebingungan dan lupa akan waktu seperti orang pikun ketika terbangun. Lalu berapa lama sebaiknya tidur siang dilakukan?

Para ahli menyarankan bahwa tidur siang cukup 10 sampai 20 menit saja. Walaupun singkat namun dapat memberikan efek yang signifikan untuk menjernihkan mental dan fikiran. Menurut Dr. Mednick, Assistant Professor dari Department of Psychology University California,  mereka yang melakukan tidur siang selama 10 sampai 20 menit akan memiliki kemampuan kognitif yang tinggi, konsentrasi tinggi, lebih waspada namun tetap rileks sehingga akan menjalani sisa hari hingga malam dengan merasa ringan.

Tetapi tidak selamanya tidur siang itu baik untuk kesehatan. Tidur sore dalam waktu terlalu lama dapat meningkatkan perubahan negatif  pada hormon, karena proses saat bangun di sore hari membebankan keadaan stress pada bagian tubuh. Terdapat pula penelitian yang menyebutkan bahwa tidur sore juga dapat membuat seseorang lebih sering mengalami mimpi buruk dan beresiko mengaami kepikunan dini jika rutin dilakukan.

Selain itu, tidur siang dengan jangka waktu lebih dari 30 menit ternyata mampu meningkatkan resiko diabetes tipe 2 terutama mereka yang telah berumur 40 tahun keatas. Hal tersebut memang merupakan riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Huazhong Univeristy of Science and Technology di Cina. Riset tersebut berhasil diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine dan itu telah melibatkan 27 ribu relawan pria dan wanita yang berumur diatas 45 tahun.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar glukosa lebih tinggi terdapat pada reponden yang sudah terbiasa tidur siang lebih dari 30 menit. Selain memicu resiko diabetes tipe 2, 40 persen reponden yang telah terbiasa tidur siang juga beresiko terserang tekanan darah tinggi. Resiko yang lain juga muncul seperti halnya kolesterol tinggi. Padahal, resiko demikian hanya terjadi pada 33 persen dan 19 persen responden yang tak terbiasa untuk tidur siang.

0 komentar:

Post a Comment