"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Sunday, 28 July 2013

Teh adalah salah satu minuman favorit orang Indonesia. Disajikan panas atau dingin, teh kerap diminum sebagai pengganti air putih. Ada beberapa kebiasaan minum teh di Indonesia seperti pada pagi hari atau ketika bertamu ke rumah seorang sahabat. Teh memang minuman yang kaya manfaat dan memiliki banyak varian. Teh dengan wangi melati, teh hijau, teh Rosella dan teh daun jati China adalah beberapa varian teh yang beredar di pasaran.
Setiap orang memiliki merek atau jenis teh kesukaan masing-masing. Ada yang bermerek terkenal dan kerap diiklankan, ada yang bermerek lokal dan ada yang tidak ber merek. Harganya pun bervariasi sesuai dengan daya beli. Namun tahukah Anda, walau 'hanya' teh, bila berkualitas jelek akan membawa dampak buruk bagi kesehatan?
Teh kualitas jelek ini biasanya dijual dengan harga yang sangat murah. Teh ini bisa saja adalah teh yang dibuat dengan bahan yang tidak bagus atau sudah akan kedaluwarsa. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kualitas sebuah merek teh dianggap dapat menimbulkan masalah karena mereka dibuat dari daun teh yang lebih tua yang telah terakumulasi banyak fluoride dari tanah. Teh yang bagus memang menggunakan daun pucuk dari tanaman teh. Teh murahan menggunakan daun yang lebih tua.
Daun yang lebih tua ini tentu membawa banyak kandungan negatif. Sangat berbahaya bila dikonsumsi rutin apalagi pagi hari, sebelum perut terisi. Para peneliti di Universitas Derby mengukur jumlah fluoride dalam satu liter teh - setara dengan empat cangkir sehari, jumlah yang diminum oleh rata-rata orang Inggris. Fluoride memang bagus untuk kesehatan tulang dan gigi. tapi bila dikonsumsi berlebihan, malah berbahaya.
Tubuh susah untuk mencerna fluoride, karena itu bila kelebihan kadar fluoride maka efek jangka panjangnya adalah merusak gigi, tulang dan imunitas tubuh. Karena itulah, pilihlah teh dengan kualitas yang terjamin dan jangan mudah tergiur oleh harga yang murah.

0 komentar:

Post a Comment