"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Saturday, 24 August 2013

Ponsel dengan sistem operasi Android sudah menjamur di mana-mana. Hal ini rasanya dapat dimaklumi karena Android adalah sistem operasi open source sehingga setiap orang dapat dengan leluasa mengembangkannya. Handphone Android yang ada saat ini sangatlah beragam, dari mulai handphone kelas premium seperti Samsung Galaxy S4 dan HTC One, hingga hp Android murah yang dibuat oleh produsen local maupun produsen cina dan Negara lainnya. untuk orang yang memiliki uang lebih tentu saja tidak sulit untuk memilih ponsel Android kelas premium yang ada. Namun bagi masyarakat kelas menengah ke bawah tentu saja akan memilih ponsel yang lebih murah.
Sayangnya, hp Android murah kadang menyuguhkan performa yang jauh dari harapan sehingga mengecewakan penggunanya. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli ponsel Android dengan harga murah, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak kecewa di kemudian hari. Apa sajakah hal tersebut? Simak ulasannya berikut ini.
 Layar berkualitas rendah
Layar menjadi hal penting dalam smartphone Android, baik untuk navigasi ataupun memberi kenyamanan pada mata. Karena, tidak menutup kemungkinan smartphone Android digunakan untuk membaca. Sayangnya, banyak ponsel Android murah yang mengusung kualitas layar rendah, bahkan dengan resolusi HVGA. Smartphone dengan resolusi HVGA, di bawah 480 x 320 piksel, tidak mendukung secara optimal pengolahan gambar aplikasi-aplikasi hiburan. Ketika memainkan game dengan grafis tinggi, Anda tidak akan menemukan sensasi game tersebut.
Selain itu, kerapatan piksel yang disajikan juga biasanya sangat rendah sehingga layar akan tampak buram dan kurang tajam. Sedangkan yang paling mengecewakan tentu saja jika layar sentuhnya kurang responsive sehingga sangat mengganggu dalam hal navigasi.
Prosesor dan RAM dengan clock speed rendah
Jika pada tahun 2011 menjadi tahunnya smartphone dengan prosesor dual core, maka untuk tahun-tahun ini, para vendor telah membekali produk mereka dengan prosesor quad core. Konsekuensinya, kinerja pemrosesan dari smartphone Android juga meningkat. Para developer pun merancang aplikasinya untuk perangkat berprosesor dual atau quad core. Sehingga, smartphone Android dengan prosesor single core tidak cukup baik menjalankan aplikasi-aplikasi populer saat ini.
Selain itu, ukuran RAM yang kecil akan menghambat kinerja ketika Anda harus membuka banyak aplikasi di saat bersamaan atau multitasking. Untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi hiburan, RAM 512 MB hingga 1 GB menjadi ukuran yang dirasa ideal sekarang ini.
Rendahnya kualitas materi yang digunakan
Yang diharapkan dari Android tentu tak hanya sekadar fungsinya, namun juga ketahanannya, karena Anda akan menggunakannya untuk beberapa tahun. Menjatuhkan smartphone tentu pernah dialami semua orang atau bahkan terendam air selama beberapa saat. Sayangnya, ponsel Android murah biasanya membungkus ponsel Android mereka dengan materi yang ringkih sehingga mudah pecah. Hal ini tentu saja merupakan imbas dari harga murah yang diusungnya. Smartphone yang dibuat dari bahan-bahan murah tentu lebih rentan rusak. Sementara layar pada smartphone yang mengincar segmen high-end, kebanyakan telah dilapisi Gorilla Glass agar terhindar dari pecah dan gores.
Tidak dapat update OS Android terbaru
Hal kurang menyenangkan lain yang biasanya terdapat pada ponsel Android murah adalah tidak diberikannya update OS terbaru oleh vendor pembuatnya. Hal ini biasanya disebabkan karena spesifikasi pada ponsel tersebut tidak terlalu kuat jika diberikan update sistem operasi terbaru.
Sebagai contoh, Samsung memang rajin memberikan update Android versi terbaru ke ponsel-ponsel buatannya. Misalnya, Android 4.0 untuk beberapa smartphone Galaxy. Namun, sayangnya tidak untuk produk-produk low-end. Contohnya, Samsung tidak memberikan update Android Ice Cream Sandwich untuk Galaxy Ace, smartphone yang terbilang terjangkau dari Samsung. Hal yang sama juga dilakukan vendor smartphone Android lainnya. Mereka hanya memberi update kepada smartphone unggulan, atau mungkin karena alasan hardware yang kurang mumpuni untuk mendukung Ice Cream Sandwich.
Inilah konsekuensi ketika memilih smartphone Android dengan harga murah. Android memang memberi pilihan, namun Android juga menjanjikan banyak hal yang kurang menyenangkan seperti yang telah dibahas di atas.  Ada baiknya Anda mempersiapkan segala kemungkinan itu, karena ekosistem Android berkembang sangat cepat

0 komentar:

Post a Comment