"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Thursday, 15 August 2013

Kohlrabi, sayuran mirip lobak yang populer di Eropa. Meskipun bentuknya menyerupai lobak, sebenarnya kohlrabi ini masih bersaudara dengan kubis dan brokoli.
Sebagaimana dilansir dari Time, kohlrabi memiliki rasa yang renyah dan sedikit manis. Kohlrabi juga dikenal sebagai sayuran yang rendah kalori namun tinggi serat dan kalium.
Kohlrabi sendiri bisa diolah dalam bentuk masakan layaknya wortel atau ketela pohon. Mau tahu nutrisi apa saja yang terkandung dalam sayuran ini? Simak selengkapnya seperti yang dikutip dari Health Diaries berikut ini.
Mencegah kankerKohlrabi mengandung banyak sekali phytochemical yang berperan aktif dalam melawan kanker dan membersihkan racun dari dalam hari. Antioksidan tinggi dalam kohlrabi pun meminimalisir paparan radikal bebas yang bisa menghancurkan sel.
Vitamin CKohlrabi adalah sumber vitamin C yang baik bagi tubuh. Batang kohlrabi segar juga merupakan sayuran yang paling tinggi kadar antioksidannya.
Sistem imunTingginya vitamin C dalam kohlrabi memberikan sayuran ini kekuatan untuk meningkatkan sistem imun dan mencegah berbagai jenis penyakit.
EnergiVitamin C juga membantu tubuh menyerap berbagai mineral penting, seperti zat besi, yang mampu merangsang pembentukan energi.
Kesehatan jantungKarena rendah kolesterol dan lemak jahat namun kaya akan kalium, kohlrabi adalah sayuran yang mampu menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi secara teratur.
PencernaanSeperti yang sudah disebutkan, kohlrabi juga merupakan sayuran yang kaya serat. Fungsinya adalah melancarkan pencernaan, meningkatkan metabolisme, dan mencegah kanker usus besar.
Berat badanKalori yang rendah pada kohlrabi merupakan kunci penting bagi pelaku diet yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu, serat di dalamnya juga akan membuat perut tahan kenyang lebih lama.
Itulah kohlrabi, sayuran dengan vitamin C tinggi. Jika Anda melihatnya di pasar atau supermarket, jangan ragu untuk membeli dan mengonsumsinya demi kesehatan.

0 komentar:

Post a Comment