"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Friday, 25 April 2014

Di antara Sumatera dan India (Bangladesh serta Myanmar), terletak kepulauan Andaman yang sempat menarik perhatian Jack Johnson membuat film tentangnya. Ia memang seorang sinematografer, sebelum akhirnya terkenal sebagai musisi/penyanyi dengan sederet lagu populer seperti "I Got You", "Escape", dan banyak lagi.

Yang menarik dari Kepulauan Andaman bukanlah karena film Jack Johnson hingga menarik minat wisatawan, khususnya peselancar. Di kepulauan yang terdiri atas 5 etnis tersebut, satu di antaranya masih jadi misteri. Merekalah kaum Sentinel, yang terisolir dan menolak kedatangan orang asing ke pulau mereka.

 
Dokumen Arab dan Persia berabad lampau melaporkan bahwa pulau-pulau Andaman dihuni oleh suku-suku ganas. Kemudian penjelajah India dan Eropa menjauhi pulau-pulau ini untuk menghindari suku-suku yang ganas ini.

Bahkan Marco Polo menyebut mereka "Masarakat yang paling keras dan kejam yang tampaknya memakan semua orang yang mereka tangkap".

Suku Sentinel, merupakan penduduk pulau bagian Utara Sentinel kecil, adalah satu-satunya suku yang tersisa di rantai Andaman yang mampu mempertahankan isolasi mereka.


Sejak tahun 1967 pemerintah India telah berusaha untuk melakukan kontak dan mengajak damai dengan Sentinel dibawah naungan penelitian antropologi . "Ekspedisi Kontak" ini terdiri dari serangkaian kunjungan dengan membawa makanan seperti kelapa dan barang-barang yang diperkirakan dibutuhkan oleh suku Sentinel, dengan tujuan untuk membujuk agar suku Sentinel agar menghilangkan adat permusuhan mereka kepada orang luar. Hampir semua upaya ini disambut dengan hujan anak panah dan batu.
Kapal nelayan yang direbut suku Sentinel dilansir Telegraph 2006

Sebuah laporan di tahun 2006 menyebut para pemanah suku Sentinel berhasil menewaskan dua orang nelayan dan merebut kapalnya, setelah dua nelayan tersebut melakukan aktifitas di bagian dalam pulau tersebut. Suku ini juga mengusir sebuah helikopter yang akan mengambil kedua jenazah nelayan tersebut dengan menghujani anak panah.

Sampai saat ini tidak ada upaya yang sangat terencana untuk memasuki pulau tersebut. Bahkan akses untuk menuju ke pulau tersebut dilarang keras, karena dikhawatirkan akan memakan korban jiwa lagi.

0 komentar:

Post a Comment