"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Saturday, 25 May 2013

Kemeriahan Festival Internasional Mazu tarik jutaan wisatawan
Taichung tampaknya masih menjadi kota budaya di Taiwan, meskipun masih dibayangi oleh popularitas Taipei. Terbukti, Festival Internasional Mazu berhasil menarik jutaan wisatawan untuk datang ke Taichung setiap tahunnya.

Puncak dari acara tahunan ini adalah Ziarah Dajia Mazu yang melibatkan ratusan ribu peziarah. Menempuh perjalanan sekitar 300 kilometer, para peziarah akan memanggul patung Mazu dengan tandu dan mengunjungi empat kota dalam waktu sembilan hari.

Festival Internasional Mazu dipersiapkan jauh sebelum Ziarah Dajia Mazu dilakukan. Pada malam Festival Lentera (hari ke-15 dari bulan lunar pertama), Kuil Jenn Lann di Taichung akan mengadakan upacara untuk menanyakan kepada dewa kapan Ziarah Dajia Mazu diadakan.

Tahun ini, Ziarah Dajia Mazu dimulai pada tanggal 5 April. Sebelum mengadakan long march bersama para peziarah, Kuil Jenn Lann yang ditunjuk sebagai wakil paziarah, berdoa untuk meminta berkah dari Mazu.

Sebagaimana dilansir CNN (6/4), setiap peziarah membawa sebuah bendera. Para peziarah menuliskan nama mereka pada bendera dan kemudian mencapnya dengan stempel kuil. Sembari membawa bendera, peziarah mengelilingi tungku kuil tiga kali sebelum membawanya pulang ke rumah.

Selama ziarah, terdapat beberapa kegiatan yang mewarnai festival sakral ini, seperti drum band, tarian singa, musik elektronik dan pertunjukan tari yang mengiringi patung Mazu.

Mazu adalah dewi laut yang melindungi para nelayan dan pelaut. Oleh penduduk China Selatan dan Asia Timur, Mazu dianggap sebagai dewa pelindung. Pemujaan Mazu dimulai sekitar era Dinasti Ming. Ketika banyak kuil Tao yang didedikasikan untuk dirinya yang didirikan di seluruh daratan China, pemujaan terhadap Mazu kemudian menyebar ke negara-negara lain yang memiliki penduduk China Selatan.

0 komentar:

Post a Comment