"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Tuesday, 18 June 2013

Sekitar seabad lalu, puncak batu Svolvaergeita atau Goat's Horns belum bisa dikuasai oleh siapapun. Namun kini Goat's Horns menjadi salah satu lokasi panjat tebing tertinggi dan terpopuler di Norwegia.
Selain itu, Goat's Horns bukan tempat panjat tebing biasa. Sebab ada dua puncak yang menyerupai tanduk kambing (Goat's Horns) dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemanjat untuk melompat dari satu batu ke batu yang lain.
Sebagaimana dilansir dari OddityCentral, puncak Goat's Horns pertama kali didaki pada tahun 1910 oleh Carl Rubenson, Alf B. Bryn, dan Ferdinand Schjelderup. Trio tersebut berhasil menguasai puncak tertinggi dari Goat's Horns.
Sebenarnya ada beberapa rute untuk mencapai puncak Goat's Horns. Namun setelah berada di atas, banyak pendaki dan pemanjat juga mengikuti tradisi tua untuk melompat di antara kedua puncak batu tertinggi. Jarak antar dua batu tersebut sekitar 1,5 meter.
Melompat 1,5 meter kelihatannya normal dan bisa dilakukan dengan mudah. Akan tetapi yang membuatnya seru dan dianggap sebagai aksi menantang maut adalah pendaki dan pemanjat harus melakukannya di atas ketinggian 150 meter.
Bukan cuma itu, hal yang lebih menegangkan adalah tidak ada bagian datar sempurna yang bisa digunakan para pendaki dan pemanjat untuk mendarat setelah melompat. Jadi jika tidak benar-benar punya nyali, sebaiknya tidak perlu mencobanya.
Meskipun begitu menegangkan, buktinya ada beberapa orang yang berhasil melakukannya. Mereka bahkan mengabadikan aksinya dalam gambar.
Goat's Horns

0 komentar:

Post a Comment