"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Tuesday, 2 July 2013

Mimisan terjadi ketika darah keluar dari hidung. Mimisan wajar terjadi pada anak-anak, namun pada orang dewasa, mimisan bisa saja berakibat serius. Meski mimisan wajar terjadi, namun tak banyak orang yang mengetahui dua jenis mimisan. Mimisan dibagi menjadi dua jenis, yaitu mimisan anterior dan mimisan posterior.
1. Mimisan anterior
Mimisan anterior terjadi jika pendarahan berasal dari nasal septum bagian bawah. Nasal septum adalah dinding yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Bagian dalam hidung ini memiliki banyak pembuluh darah yang halus dan menerima darah dari arteri karotis, dua arteri utama di depan leher yang memasok darah ke kepala dan leher. Sedikit ketukan atau benturan bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah. Jenis mimisan ini bisa dengan mudah diobati di rumah, dan ini merupakan jenis mimisan yang biasa terjadi pada anak-anak.
Beberapa hal yang menyebabkan mimisan anterior:
- Mengembuskan udara terlalu keras dari hidung atau terlalu sering mengembuskan udara.
- Mengorek-ngorek bagian dalam hidung terlalu keras sehingga bisa merusak pembuluh darah halus di dalamnya.
- Hidung yang terbentur atau dipukul di bagian hidung.
- Sinusitis, yaitu terjadinya peradangan di bagian sinus hidung.
- Flu atau pilek. Biasanya orang yang mengalami flu atau pilek terlalu sering mengeluarkan ingus atau mengorek hidung, sehingga membuat bagian dalam hidung mudah terluka.
- Iklim. Cuaca yang terlalu panas bisa membuat bagian dalam hidung terlalu kering dan pecah-pecah sehingga bisa memicu mimisan.
- Ketinggian. Ketinggian yang meningkat berarti menurunnya jumlah oksigen, membuat udara semakin tipis dan kering. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan pada hidung.
- Alergi di bagian nasal.
- Penggunaan obat yang berlebihan seperti ibuprofen bisa menyebabkan mimisan.
- Penyakit lever bisa berkaitan dengan penggumpalan darah dan menyebabkan mimisan yang sering terjadi.
- Penggunaan obat-obatan terlarang dengan cara mengisapnya lewat hidung, seperti kokain.
2. Mimisan posterior
Mimisan posterior terjadi ketika pendarahan berasal dari bagian yang terletak jauh di belakang dan bagian hidung yang lebih tinggi, tempat cabang arteri memasok darah ke hidung. Untuk itu, pendarahan pada jenis mimisan ini biasanya lebih berat. Mimisan posterior biasanya lebih parah dan serius dibanding anterior dan membutuhkan perawatan medis yang serius. Biasanya jenis mimisan ini terjadi pada orang dewasa.
Beberapa penyebab terjadinya mimisan posterior:
- Tekanan darah tinggi.
- Operasi di bagian nasal hidung.
- Kekurangan kalsium.
- Paparan zat kimia yang bisa mengiritasi bagian membran dalam hidung.
- Terkadang mimisan jenis ini bisa jadi merupakan gejala adanya [penyakit lain seperti penyakit darah (leukemia atau hemofilia) serta tumor.
Itulah kedua jenis mimisan dan penyebabnya. Anda bisa membedakan keduanya dari penyebab mimisan. Jika Anda mengalami mimisan dan tak yakin dengan penyebabnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

0 komentar:

Post a Comment