"spread the knowledge or teach a science, although only one verse"
Breaking News
Loading...
Tuesday, 30 July 2013

Waspadalah! Stres atau depresi yang dialami pasien kanker payudara usai pengobatan primer bisa berisiko menyebarkan sel kanker ke tulang.
Menurut penelitian yang dikutip situs Zeenews.com, stres dan depresi bisa mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang meningkatkan kadar molekul sinyal pada tulang yang disebut RANKL.
Para peneliti dari Vanderbilt Center for Bone Biology menemukan, sel kanker payudara bisa migrasi ke tulang tergantung pada kadar RANKL, yang dikenal untuk mempromosikan pembentukan osteoklas, sel-sel tulang yang memecah jaringan tulang.
“Kami berhipotesis bahwa aktivasi simpatik itu mungkin bisa merombak lingkungan tulang dan membuatnya lebih menguntungkan bagi sel kanker untuk ber-metastasis di tulang,” ungkap Florent Elefteriou, Direktur Vanderbilt Center for Bone Biology.
Metastasis, yang merupakan penyebaran sel kanker ke organ lain, termasuk tulang, lebih memungkinkan untuk membunuh pasien daripada tumor payudara primer,” tambah Elefteriou.
Para peneliti mempelajari metastasis sel kanker pada tikus. Mereka mengikuti sel kanker payudara manusia yang disuntikkan ke dalam hati tikus untuk memodelkan tahap metastasis sel kanker payudara, ketika meninggalkan situs utama dan bergerak melalui sirkulasi.
Lalu, para peneliti menemukan bahwa menyuntikan tikus dengan obat yang meniru aktivasi sistem saraf simpatik ternyata menyebabkan kanker lesi pada tulang. Demikian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Biology.

0 komentar:

Post a Comment